Penggunaan Teknologi Pembangkit Co-Generator Sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup

Penggunaan Teknologi Pembangkit Co-Generator Sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup

Apakah teknologi co-generator dapat bersifat lebih ramah lingkungan? Jika ya, apakah upaya pelestarian lingkungan hidup dengan cara beralih pada teknologi co-generator adalah langkah yang tepat? Semua pertanyaan tersebut akan dapat dijawab apabila kita melihat proses produksi dan proses penggunaan bahan bakar yang terdapat di pabrik Nestle di Kejayan.

Pabrik Nestle di Kejayan sudah mulai menggunakan mesin pembangkit listrik gabungan yang disebut dengan nama co-generator. Co-generator sendiri adalah sebuah teknologi yang berguna untuk meningkatkan efisiensi pembangkit listrik. Dengan menggunakan co-generator, ternyata diketahui bahwa tingkat efisiensi bahan bakar yang digunakan oleh sebuah pembangkit bisa mencapai hingga 80 persen.

Adapun keunggulan-keunggulan mesin co-generator adalah teknologinya yang bersih. Kemudian penggunaan bahan bakar yang lebih efisien. Dan juga dapat menurunkan kadar emisi yang berpengaruh terhadap lingkungan.

Pada saat merebaknya isu lingkungan di masyarakat, salah satu yang menjadi perhatian adalah permintaan agar pembangkit listrik dapat mengurangi emisi karbon yang dapat merusak lingkungan. Dalam hal ini penggunaan co-generator dapat dipandang sebagai sebuah solusi untuk mengurangi pemanasan global.

Untuk mengetahui bagaimana Pabrik Nestle di Kejayan beralih pada penggunaan pembangkit listrik dan uap gabungan, berikut ini ulasannya.

Pembangkit Listrik dan Uap Gabungan pada Pabrik Nestle Kejayan

Dalam bentuknya yang berupa uap dan tenaga listrik, energi adalah bagian penting dalam kelangsungan proses produksi di perusahaan Nestle. Sebelum pertengahan tahun 2008, pada awalnya Nestle menggunakan alat pembangkit listrik dan penghasil uap konvensional yang bahan bakarnya terdiri dari dua jenis minyak, yakni HFO atau Heavy Fuel Oil dan LFO atau Light Fuel Oil yang biasanya disebut sebagai diesel.

Namun setelah itu, perusahaan Nestle mulai berganti menggunakan generator gabungan atau co-generator sebagai bagian dari rencana jangka panjang di dalam melakukan penghematan energi dan mengurangi emisi yang dihasilkan oleh efek rumah kaca. Dalam co-generator ini, penggunaan bahan bakar minyak diganti dengan penggunaan gas alam.

Dengan menggunakan generator gabungan, telah terbukti bahwa hal ini lebih menguntungkan dalam usaha penghematan energi, juga jika melihat dampak yang dihasilkan terhadap lingkungan. Apabila dibandingkan dengan bahan bakar minyak, maka gas alam hanya menghasilkan lebih sedikit gas karbon dioksida, dimana gas ini adalah penyumbang terbesar dalam proses terjadinya efek rumah kaca.

Selain itu, pengurangan dalam penggunaan minyak bumi telah menyumbang pada pengurangan jumlah karbon dioksida sebesar 26.000 ton dalam setiap tahunnya. Berdasarkan fakta ini maka sebenarnya pabrik Nestle di Indonesia telah menyumbang pengurangan karbon dioksida sebesar 30 persen.

Melihat apa yang telah dilakukan perusahaan Nestle dalam berpartisipasi untuk mengurangi pencemaran lingkungan, rasanya tidak berlebihan jika Nestle adalah salah satu dari perusahaan makanan dan minuman terbaik dalam hal pengelolaan lingkungan. Upaya pelestarian lingkungan hidup yang mereka lakukan adalah contoh dari tanggung jawab terhadap kelestarian alam.

admin

Related Posts

Aneka Resep Ayam Lezat dan Harum

Aneka Resep Ayam Lezat dan Harum

Ini Lho 5 Manfaat Minum Kopi Hitam untuk Kesehatan Tubuh!

Ini Lho 5 Manfaat Minum Kopi Hitam untuk Kesehatan Tubuh!

Ide Makanan Kucing Kampung Paling Enak dan Populer

Ide Makanan Kucing Kampung Paling Enak dan Populer

Inilah Keuntungan Menggunakan Jasa Penyemprotan Disinfektan Berpengalaman

Inilah Keuntungan Menggunakan Jasa Penyemprotan Disinfektan Berpengalaman

Artikel Terbaru